Evaluasi Pendidikan

Tugas Pskologi Pendidikan.

Alisman

NIM. 507129

Jurusan Psikologi Islam IAIN IB Padang


Evaluasi Belajar

  1. Pendahuluan

Keberhasilan belajar membutuhkan penilaian khusus, sehingga dapat diukur indikator yang dicanangkan. Evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk memperoleh informasi secara objektif, berkelanjutan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang diraih setelah melalui proses waktu tertentu selama belajar yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan perlakuan selanjutnya. Hal ini berarti penilaian tidak hanya untuk mencapai satu aspek saja, melainkan menyeluruh yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.

Evaluasi sebagai proses sistematik pengumpulan, penganalisaan dan penafsiran informasi untuk menentukan sejauh mana siswa mencapai tujuan. Evaluasi atau penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam mengambil keputusan.

Hal-hal yang perlu diperhatikann dalam penilaian:

  1. Penilaian diarahkan untuk mengukur ketercapaian kompetensi.
  2. Penilain menggunakan acuan kriteria yaitu berdasarkan apa yang bis a dilakukan setelah melakukan proses, dan bukan untuk menetukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
  3. Sistem yang dilaksanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.
  4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut.
  5. Fungsi Evaluasi

Evaluasi yang dilakukan selama belajar dan akhir proses pembelajaran berfungsi sebagai :

  1. Alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional.
  2. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar.
  3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan siswa kepada orang tuanya.

Dengan demikian, penilaian berfungsi sebagai pemantau kinerja komponen- kompenen kegiatan  proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan yang diharapkan dalm proses belajar mengajar.informasi yang diberikan oleh hasil analisis terhadap hasil penilaian sangat diperlukan bagi pembuatan kebijakan- kebiijakan yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar.

  1. Analisis Taksonomi

Taksonomi adalah sistem klasifikasi. Benjamin Bloom mengembangkan taksonomi Bloom. Taksonomi bloom mengklasifikasikan tujuan pendidikan menjadi tiga ranah ; kognitif, afektif dan psikomotor.

  1. Ranah kognitif

Taksonomi kognitif bloom mempunyai enam tujuan antara lain:

  1. Pengetahuan. Siswa-siswa mempunyai pengetahuan untuk mnegingat informasi.
  2. Pemahaman. Siswa-siswa memahami informasi dan bisa menjelaskanya dalam kata-kata mereka sendiri.
  3. Aplikasi. Siswa-siswa menggunakan pengetahuan untuk menyelesaiakan masalah dalam kehidupan nyata.
  4. Analisis. Siswa-siswa memecahkan informasi yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menghubungkan satu informasi dengan informasi yang lain.
  5. Sintesis. Siswa- siswa mengkombinasikan elemen-elemen dan menciptakan informasi baru.
  6. Evaluasi. Siswa siswa membuat penilaian dan keputusan yang bagus.

Pada awalnya taksonomi bloom mendeskripsikan enam tujuan kognitif sebagai tujuan yang tersusun secara hierarki dari tingkat rendah (poin 1 dan 2), sampai tingkat yang lebih tinggi (poin 3,4,dan 5), dengan tujuan pada tingkat yang lebih tinggi menggunakan tujuan yang lebih rendah sebagai dasar untuk perkembangan yang lebih tinngi.

  1. Ranah afektif.

Taksonomi afektif terdiri dari lima tujuan yang berhubungan dengan respon emosinal terhadap tugas. Setiap tujuan berikut mengharuskan siswa untuk menunjukkan beberapa tingkat komitmen atau intensitas emosional.

  1. Menerima. Siswa- siswa menjadi sadar atau memperhatikan sesuatu dalam lingkungan.
  2. Merespon. Siswa- siswa menjadi termotivasi untuk mbelajar dan memperlihatkan perilaku baru sebagai hasil dari pengalaman.
  3. Menghargai. Siswa- siswa menjadi lebih terlibat atau berkomitmen dalam beberapa pengalaman.
  4. Mengorganisasi. Siswa- siswa mengintegrasikan nilai-nilai baru ke dalam serangkaian nilai yang sudah ada dan memberinya prioritas yang sesuai.
  5. Menghayati nilai-nilai. Siswa- siswa bertindak sesuai nilai nilai dan berkomitmen terhadap nilai tersebut.
  6. Ranah psikomotor

Tujuan psikomotor Bloom meliputi hal- hal berikut :

  1. Gerakan reflek. Siswa mereespon dengantidak sengaja dan tanpa pemikiran yang sadar untuk sebuah stimulus.
  2. Fundamental dasar. Siswa melakukan gerakan dasar yang disengaja yang dilakukan untuk tujaun tertentu.
  3. Kemanpuan perseptual. Siswa mengguanakan indra mereka, seperti melihat, mendengar dan menyentuh untuk memandu usaha keterampilan mereka.
  4. Kemampuan fisik. Siswa mengembangkan keterampilan umum saya tahan, kekuatan, fleksibilitas, dan ketangkasan.
  5. Gerakan yang terampil. Siswa melakukan keterampilan fisik yang komplek dan membutuhkan kecakapan.perilaku non verbal. Siswa mengkomunikasikan perasaan dan emosi melalui tindakan tubuh.

 

 

 

 

Secara umum  analisis taksonomi disimpulkan sebagai berikut :

  1. Segi kognitif

Kognisi merupakan wilayah pada diri anak yang meliputi kemampuan penalaran, akal, atau logika. Kognisi biasanya dikaitkan dengan pengetahuan, hafalan, dan pemikiran yang linear.

  1. Segi Afektif

Afeksi merupakan wilayah pada diri anak yang melibatkan rasa, intuisi, insting, atau emosi

  1. Segi Psikomotor

Psikomotor merukan wilayah pada diri anak yang bersinggungan dengan koordinasi gerakan tubuh.

  1. Teknik Penilaian
    1. Syarat-syarat penilaian yang baik
      1. Tes itu harus reliable

Suatu tes adalah reliable apabila tes itu memiliki keajengan hasil atau consistenscy. Artinya tes itu sama dengan dirinya sendiri. Jika tes itu diberikan kepada sekelompok subjek sekarang, dan diberikan kepada subjek yang sama dilain waktu hasilnya sama atau hamper sama. Maka dikatakan tes itu memiliki reabilitas tinggi.

  1. Tes itu harus valid

Suatu tes adalah valid apabila tes tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya tes untuk mata pelajaran sejarah harus benar-benar dan hanya mengukur kepandaian anak dalam mempelajari sejarah. Tidak boleh mengukur kepandaian membaca atau mengarang  ikut diperhitungkan.

Untuk menyelidiki validitas suatu tes, biasanya orang membandingkan tes yang sedang diselidiki validitasnya dengan tes yang sudah dipandang baik.

  1. Tes itu harus objektif

Objektif adalah suatu faktor yang penting dan yang mempengaruhi validitas dan reabilitas. Ada dua aspek daripada objektivitas itu, yaitu: a). yang berhubugan dengan scoring mengenai tes itu, b). yang berhubungan dengan interpretasi mengenai skor dari tes    tersebut.

  1. tes itu harus diskriminatif

Suatu tes disebut diskriminatif kalau tes itu disusun sedemikian rupa sehingga dapat melacak perbedaan-perbedaan yang kecil-kecil pun. Makin baik suatu tes maka makin dapatlah tes itu membuat perbedaan secara teliti.

  1. tes itu harus comprehensive

suatu tes dikatakan comprehensive kalau tes itu mencakup sgala persoalan yang harus diselidiki. Jika dalam menyelidiki hasil pelajaran yang telah diterima oleh murid-murid misalnya, tes tersebut harus dapat memberi informasi mengenai seluruh bahan yang telah diajarkan itu, tidak hanya sebagian saja.

  1. tes itu harus mudah digunakan

tes harus mudah digunakan kiranya harus jelas manfaatnya. Jika sekiranya syarat-syarat telah cukup dipenuhi tetapi tes itu sangt sukar dilaksanakan, maka tes tersebut nilai praktisnya adalah kecil, padahal tes tersebut justru untuk tujuan dan keperluan praktis.

  1. Macam-macam bentuk penilaian

Secara garis besar ada dua bentuk penilaian yaitu tes objektif dan tes subjektif.

  1. Tes subjektif itu sukar sekali, penilaian yang sama kerap kali memberikan nilai yang berlainan terhadap suatu perkerjaan jika sekiranya dia harus memberi nilai dua atau tiga kali dengan jarak waktu tertentu. Sesuatu pekerjaan yang hari ini diberinya nilai 7 mungkin dua minggu lagi diberinya nilai 6 atau 8. Mana yang dapat kita anggap sebagai nilai yang sebenarnya yang tepat,sukar untuk dikatakan.
  2. Tes objektif

Tentang klasifikasi macam-macam tes itu pendapat orang sangat banyak macam-ragamnya.  Di sini tidak akan diberikan bermacam-macam klasifikasi itu,melainkan hanya akan diberikan klasifikasi yang paling umum diikuti orang yaitu yang mengolong-golongkan tes itu menjadi empat macam,yaitu:

  1. tes kepribadian
  2. tes inteligensi
  3. tes bakat khusus
  4. tes prestasi atau tes hasil belajar

Jadi tes yang kita bicarakan disini adalah tes sekolah atau tes prestasi. Menurut bentuknya , tes sekolah ini masih dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam. Macam-macam bentuk yang terpenting yaitu:

  1. Tes benar salah atau tes ya – tidak

Tes benar-salah ini mungkin salah satu bentuk tes objektif yang paling terkenal. Tes ini sangat mudah disusun tetapi juga paling banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan supaya didapatkan tes yang paling baik. Tes ini berbentuk kalimat berita atau pertanyaan yang mengandung dua kemungkinan, benar atau salah. Orang yang dites diminta menentukan pilihan atau pendapatnya mengenai pertanyaan-pertanyaan.

Kebaikan dan kelemahan tes benar-salah

  1. Kebaikan-kebaikan tes benar-salah
    1. Tes benar salah secara relative mudah disusun, karena itu bentuk tes ini juga banyak digunakan
    2. Tes benar salah dapat mencakup bahan yang luas
    3. Tes benar salah dapat dinilai dengan cepat dan objektif
    4. Tes benar salah mudah dilaksanakan
    5. Kelemahan-kelemahan tes benar salah
      1. Tes benar salah membuka kemungkinan dan mendorong untuk menerka
      2. Tes benar salah pada umumnya rendah realibilitasnya terkrcuali banyak itemnya

Teknik penilaian yang dapat dipergunakan dalam penilaian pada satuan pendidikan antara lain; tes tertulis, observasi, tes kinerja, penilaian portofolio, penilaian diri, dan penilaian antar teman.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari berbagai teknik penilaian yang dapat digunakan di sekolah, diuraikan sebagai berikut;

  1. Tes tertulis

Tes tertulis adalah teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis, baik berupa tes objektif dan uraian pada peserta didik di lembaga penyelenggara pendidikan keterampilan.

  1. Observasi

Observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara mencatat hasil pengamatan terhadap objek tertentu. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya sesuai dengan jenis perilaku yang akan diamati dan situasi yang akan diobservasi, misalnya dalam kelas, waktu bekerja dalam bengkel/laboratorium.

  1. Tes kinerja

Tes kinerja adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan kemahirannya dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan tertentu, misalnya kemahiran mengidentifikasi kerusakan pada alat-alat yang diperlukan untuk melakukan kinerja tertentu, bersimulasi, ataupun melakukan pekerjaan yang sesungguhnya. Tes kinerja dapat dilakukan untuk menilai proses, produk, serta proses dan produk. Tes kinerja, untuk memperoleh data tentang kinerja atas bidang keterampilan tertentu yang dipertunjukkan oleh seseorang peserta didik.

 

  1. Penugasan

Penugasan adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik menyelesaikan tugas di luar kegiatan pembelajaran di kelas/laboratorium/bengkel. Penugasan dapat diberikan dalam bentuk individual atau kelompok dan dapat berupa tugas rumah atau projek. Tugas rumah adalah tugas yang harus diselesaikan peserta didik di luar kegiatan kelas. Tugas projek adalah tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Proyek, untuk memperoleh data tentang kinerja atas suatu tugas/pekerjaan tertentu yang dikerjakan dalam jangka waktu tertentu, baik melalui pengawasan maupun tanpa pengawasan.

  1. Tes lisan

Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung tatap muka antara peserta didik dengan seorang penguji atau beberapa penguji. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan dan spontan. Ujian lisan, untuk memperoleh data tentang performansi tertentu, dengan cara berkomunikasi dua arah antara penilai atau guru dengan peserta didik melalui tanya jawab atau wawancara langsung, berkenaan dengan pemahaman, perilaku, kinerja, dan tugas tertentu yang berkaitan dengan materi pelajaran yang telah dipelajari.

  1. Penilaian portofolio

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karya peserta didik. Portofolio adalah kumpulan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreativitas peserta didik. Portofolio, untuk memperoleh data dengan cara mengumpulan bukti-bukti fisik yang bersifat pribadi, atau hasil karya dan pencapaian dijadikan sebagai dasar untuk menilai kinerja seseorang sebelum, dan setelah mengikuti pendidikan.

 

  1. Penilaian diri

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Penilaian diri untuk memperoleh data tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki peserta didik dan bersumber dari peserta didik sendiri.

  1. Penilaian antar teman

Penilaian antar teman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya. Teknik penilaian antar teman dilakukan dengan melalukan observasi terhadap temannya sendiri. Instrumen observasi, skala penilaian, dan daftar ceklist yang digunakan berisikan aspek-aspek kemampuan/kelebihan dan kesulitan/kekurangan temannya dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Teknik Penilaian dapat juga dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :

  1. Teknik Tes

Tes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau seluruh usaha eveluasi program.

  1. Tes Tulis berdasarkan bentuk soal

1). Tes Subjektif

Tes subjektif merupakan tes yang jawabannya berupa uraian atau bersifat pembahasan. Contoh dari tes subjectif adalah soal uraian.

2). Tes Objektif

Tes objektif adalah tes yang pemeriksaannya dilakukan secara objektif.

  1. Isian singkat
  2. Melengkapi
  3. Mengidentifikasi masalah
  4. Soal pilihan ganda
  5. Soal benar-salah
  6. Menjodohkan
  7. Sebab-akibat
  8. Tes Tulis berdasarkan tujuan dan waktu melaksanakannya
  9. Tes Formatif

Tes formatif adalah tes yang dilaksanakan setelah siswa melaksanakan satu kompetensi dasar atau lebih.

  1. Tes Sumatif

Tes sumatif adalah tes yang dilaksanakan diakhir program pembelajaran.

  1. Tes Diagnostik

Tes diagnostic adalah tes yang diberikan kepada siswa untuk mengetahui kelemahan-kelemanahn sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat.

  1. Tes diagnostic tahap 1 adalah tes yang diberikan kepada siswa untuk mengetahui kemampuan dalam menguasai pengetahuan di awal sebagai dasar pengetahuan yang akan di terima siswa di sekolah.
  2. Tes diagnostic tahap 2 adalah tes yang dilakukan terhadap siswa yang akan mulai mengikuti program. Tes ini berfungsi sebagai tes penempatan.
  3. Tes diagnostic tahap 3 adalah tes yang dilakukan terhadap siswa yang sedang belajar.
  4. Tes diagnostic tahap 4 adalah tes yang diadakan pada waktu siswa akan mengakhiri pelajarannya. Tes ini berfungsi untuk mengetahui penguasaan siswa.

 

 

 

 

  1. Teknik Non Tes
  2. Skala bertingkat
    1. Kuesioner

Sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden).

  1. Check list

Check list adalah deretan pernyataan (biasanya singkat) dimana responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√) ditempat yang sudah disediakan.

  1. Wawancara

Wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya – jawab sepihak.

  1. Pengamatan (observasi)

Observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara mencatat hasil pengamatan terhadap objek tertentu. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan cara menggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya sesuai dengan jenis perilaku yang akan diamati dan situasi yang akan diobservasi.

  1. Projek

Penilaian proyek adalah penilaian yang diberikan oleh guru kepada siswa berupa proyek atau penugasan yang akan dinilai mulai awal pengerjaan sampai akhir pengerjaan.

  1. Portofolio

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karya peserta didik. Portofolio adalah kumpulan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreativitas peserta didik.

  1. Curiculum vitae
  2. Evaluasi diri

Evaluasi diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Penilaian diri untuk memperoleh data tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki peserta didik dan bersumber dari peserta didik sendiri.

 

 

Sumber :

  1. Psikologi pendidikan : John W. Santrock, University of Texas at Dallas. 2007
  2. Psikologi Pendidikan : Drs. Sumadi Suryabrata, Phd. 200
  3. Model Pembinaan Pendidikan karakter di lingkungan sekolah : Kemendiknas. 2010
  4. Sumber belajar anak cerdas : S2010ri Joko Yunanto Grasindo, 2004

 

 

 

 

 

 

 

 

About winpsikologi
Interest phsicology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s